Original Source : Kumpulan Widger Blogger INDONESIA http://hujangede.blogspot.com/2011/05/kumpulan-widget-blogger-indonesia.html#ixzz249KbhN5k

Pengetahuan

Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

Yahudi Menggenggam Dunia



Buku ini di tulis oleh seorang Mantan Dinas (Agen) Rahasia Inggris bernama William G. Carr. Buku ini mengupas dengan gamblang peran dan aktivitas Yahudi di muka bumi ini. Bahwa gerakan mereka mengambil peran vital dalam setiap pergolakan ekonomi, sosial, dan politik dunia, bahkan hingga kini.

Dalam buku ini juga sedikit mengungkap sejarah ihwal perseturuan antara Nabi Musa AS dengan ummatnya setelah keluar dari Mesir. Bani Israel yg murtad kemudian disebut sebagai anak-anak Lucifer. Bahkan mereka mengganti ajaran Taurat yg dibawa oleh Nabi Musa AS. Sejarah panjang ini kemudian yg menjadi cikal bakal lahirnya gerakan Free Masonry (gerakan bawah tanah Yahudi Internasional) yg merupakan manifestasi keberadaan iblis (Lucifer) di dunia.

Setidaknya yang saya cermati, ada beberapa fakta menarik yang di ungkap di dalam buku ini…
Kisah jatuhnya ke-Khalifahan Turki Utsmaniyah |  Di balik kekhawatiran Benjamin Franklin (Tokoh Kemerdekaan AS) terhadap keberadaan Yahudi di Amerika Serikat | Siapa sesungguhnya Mustafa Kemal Attaturk | Rahasia di balik drama kekejaman Adolf Hitler terhadap Kaum Yahudi Jerman | Rahasia dibalik Revolusi Inggris dan Prancis | Rahasia dibalik meletusnya Perang Dunia I dan II | Serta masih banyak lainnya………

Buku ini sebenarnya buku lama (cetakan pertama 1991) lalu kemudian diperbaharui tahun 2009. Buku ini sudah saya dengar sejak 2007, dan baru terbeli di pertengahan tahun 2010 (susah ditemukannya). Meskipun sebelumnya sudah banyak beredar tulisan-tulisan (e-book) bahkan video-video terkait, seperti karya Harun Yahya yg juga menceritakan tentang gerakan Zionis Internasional ini.

Saya sangat yakin, diantara kita masih banyak yg belum memiliki buku ini, entah karena memang belum sempat terbeli ataupun karena belum tertarik membeli. Namun, terlepas dari itu semua.. rasanya buku-buku seperti ini sangat layak untuk kita miliki, karena banyak fakta, yg bisa jadi tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Akhirnya izinkan saya mengutip perkataan William G Carr yg dituliskannya dalam buku tersebut : “…ini merupakan sebuah peringatan mahapenting! Kita harus mengetahui dan membuka mata lebar-lebar, bahwa ada bahaya yg selalu mengintai dan berupaya memporak-porandakan peradaban dunia..!!”

**serial e-book buku YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA ini juga sempat saya unggah di Slide Share. Bagi yang ingin men-comot, silahkan..^^ bisa di download disini :
http://www.slideshare.net/JhuSiput/yahudi-menggenggamduniawilliamgcarr

Sabtu, 10 Januari 2015

Distorsi Sejarah Islam (Syaikh Yusuf Qardhawi)



Rasa-rasanya masih sangat lengket di telinga dan ingatan kita, polemik kehadiran miniseri ANTV “King Sulaiman”. Film ini menuai kontroversi karena cerita yg diusung sangat bertolak belakang dengan fakta hidup “The Magnificent” Sultan Sulaiman yg sangat memiliki kemuliaan akhlak, berjiwa lembut, lagi bijak. Dalam film tersebut, Sultan Sulaiman disosokkan memiliki kepribadian yg kejam, gila wanita, dan berperangai buruk, sehingga menurut beberapa kalangan, film ini tidak layak tonton. Saking kuatnya gelombang protes masyarakat akan film ini, membuat pihak manajemen ANTV berfikir ulang untuk meninjau film ini. Namun sangat disayangkan karena protes masyarakat hanya ditanggapi pihak ANTV dengan mengganti judul film menjadi “Abad Kejayaan” dengan dalih film tersebut hanyalah cerita fiksi.

 Kasus di atas bukan yg pertama, bahwa masih banyak kontroversi yang juga pernah terjadi sebelumnya. Dan lagi-lagi umat islam yg menjadi korban. Sejarah kegemilangan umat islam terdahulu dalam mengibarkan panji tauhid, dilunturkan dan bahkan dirusak oleh para pendengki islam (baca : musuh islam). Alasannya sederhana, selain karena mereka tidak ingin agama ini semakin kokoh dan berkembang, mereka juga ingin agar umat islam tidak punya alasan untuk bangga terhadap agamanya.

Salah satu caranya adalah dengan mengkaburkan bahkan memutarbalikkan fakta sejarah islam (distorsi). Hal ini yg menjadi keresahan para ulama, salah satu diantaranya adalah Syaikh Prof. DR. Yusuf Qardhawi. Ketua Forum Ulama Internasional ini mencoba menjernihkan ke-keruhan yg terjadi, ditengah-tengah begitu giat dan gencarnya kaum orientalis melakukan konspirasi besar untuk men-diskreditkan islam; seakan-akan kaum muslimin adalah umat yg terbelakang, suka perang, gila wanita, dan berbagai tuduhan lainnya.

Sangat miris sekali rasanya, jika para orientalis ini dengan mudahnya memperdaya kaum muslimin dengan buku-buku sejarah yang mereka tulis. Bahkan dengan karya seni lainnya. Dan tidak sedikit diantara mereka yg berhasil mewariskan ilmunya kepada murid-muridnya yg beragama islam yg silau dgn kemajuan peradaban barat. Mereka menulis seakan-akan kegemilangan islam hanya terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin saja. Padahal, kegemilangan jg terjadi di masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Begitu banyak tokoh-tokoh muslim yg menjadi pelopor ilmu pengetahuan saat ini. Bahkan pada dua masa tersebut, wilayah kekuasaan Islam tersebar hingga sepertiga luas bumi.

Inilah pokok pikiran yg coba dibawa oleh Syaikh Yusuf Qardhawi, agar umat islam matanya tidak dipenuhi "belek" tipu daya musuh islam. Umat islam harusnya bangun dari tidur panjangnya, jernihkan sejarah umat islam yg telah dikotori. Setidaknya semangat ini yg bisa saya tangkap ketika membaca buku ini. Karena ternyata tidak sedikit (sangat disayangkan) ada juga dai besar yg ikhlas dan gigih memperjuangkan Islam agar turut terjerumus dalam analisa sejarahnya.. naudzubillahi min dzalik..

Ayo jernihkan sejarah!! Penulisan ulang sejarah islam sudah menjadi sangat urgent!!
Sangat direkomendasikan (bintang 5, jika perlu saya sematkan untuk buku ini)
 

Review Film : Assalamualaikum Beijing



Setelah sempat dibuat penasaran karena begitu derasnya respon masyarakat Indonesia akan kehadiran film Assalamualaikum Beijing, Alhamdulillah saya juga akhirnya berkesempatan menyaksikan film yang diangkat dari novel best seller Asma Nadia ini semalam (Rabu, 07 Januari 2015).

Sebenarnya Assalamualaikum Beijing ini sudah sejak lama hadir melalui novel (entah kapan persisnya) dan banyak pula menarik respon positif masyarakat akan kehadiran novel ini, sebagaimana novel-novel karya Asma Nadia sebelumnya. Namun berhubung saya bukan penikmat buku fiksi (novel), jadi saya lebih memilih film nya saja untuk ditonton. Hehehe ^^

Untuk itu, ijinkan saya sedikit mengomentari film yang baru saja saya tonton ini (versi saya, sekaligus mengobati rasa penasaran org2 yg belum menontonnya..hohoho), meskipun sebenarnya saya juga tidak kebagian nonton film ini di awal, karena saya agak terlambat beberapa menit datang ke bioskopnya..

Okeh… Jadi film ini berkisah tentang cerita cinta antara…. Ah… STOP!!! Mohon maaf ya, saya tidak ingin menyampaikan ilustrasi cerita di film ini. Terlalu ribet choy, lika-liku percintaan gitu. Kalau mau tau sekilas tentang ceritanya, coba sj liat thrillernya di youtube atau baca resensi-resensi film ini, yang sudah di posting oleh kritikus2 film diluar sana (sengaja juga choy… biar tambah penasaran..hehe)

Saya hanya ingin mengambil beberapa hal yg menarik dari film ini. Misalnya dinamika cinta (*maaf) antara Asmara (Revalina), Dewa (Ibnu Jamil), dan Zhangwei (Morgan) di film ini juga secara tidak sengaja menyerupai kisah cinta Ashima dan Ahei (kisah mengenai cerita rakyat setempat, Asal mula Patung Ashima).

Yang juga sangat melekat dari film ini adalah tidak hanya tentang romantika cinta saja, tapi juga menampilkan sisi tradisi dan budaya negri tirai bambu, China. Selain itu, pesan moral dan historis mengenai sejarah peradaban islam di negri Laksamana Cheng Ho ini juga dimunculkan, menarik.
Trus diluar dari itu semua, tentu yang bikin keren film ini adalah pesan-pesan moral yang disampaikan para pemainnya. Hal ini juga membuat saya tidak pernah lepas dari handphone saya, karena setidaknya saya mencatat beberapa pesan-pesan moral yang disampaikan melalui dialog yg sarat makna, namun disampaikan secara ringan, tapi tepat sampai ke sasaran.
Misalnya….
- Ketika Zhangwei (Morgan) meyakinkan Asma (Revalina) tentang keseriusannya ingin menikahinya, ia berkata : “..tapi kisah romantis itu ada, dan tidak perlu memiliki fisik yg sempurna untuk memiliki kisah cinta yang sempurna”
- Atau saat Asma mengatakan kepada Dewa (Ibnu Jamil) : “Jangan sandingkan nama Allah dengan kebohongan!” atau dalam dialog yg lain bersama Dewa, Asma mengatakan : “Cinta itu menjaga, tergesa-gesa nafsu belaka”
- Dan yg paling keren kata-kata Ridwan (Desta) kepada Sekar (Chyntia Bella) saat melihat Asma menerima lamaran Zhangwei, : “…Nah, apa kubilang.. yang penting itu Iman, Romantis bisa nyusul belakangan”

Ah, Sudahlah… meskipun menurutku, jika dilihat film ini memang masih memiliki kekurangan, karena masih agak kurang "preachy". tapi terlepas dari (masih) adanya kekurangan dalam film ini (menurutku), dua jempol laah jika mau dibandingkan dengan film romantis Indonesia kebanyakan. dan intinya film ini bukan hanya tentang cerita cinta, tapi juga tentang semangat (move on), dan juga ada sejarah-tradisi-budaya Islam, serta nilai-nilai moral kehidupan.
Baiklah,, saya pamit “ASSALAMUALAIKUM BEIJING”

Yahudi Menggenggam Dunia



Buku ini di tulis oleh seorang Mantan Dinas (Agen) Rahasia Inggris bernama William G. Carr. Buku ini mengupas dengan gamblang peran dan aktivitas Yahudi di muka bumi ini. Bahwa gerakan mereka mengambil peran vital dalam setiap pergolakan ekonomi, sosial, dan politik dunia, bahkan hingga kini.

Dalam buku ini juga diungkap sejarah ihwal perseturuan antara Nabi Musa AS dengan ummatnya setelah keluar dari Mesir. Bani Israel yg murtad kemudian disebut sebagai anak-anak Lucifer. Bahkan mereka mengganti ajaran Taurat yg dibawa oleh Nabi Musa AS. Sejarah panjang ini kemudian yg menjadi cikal bakal lahirnya gerakan Free Masonry (gerakan bawah tanah Yahudi Internasional) yg merupakan manifestasi keberadaan iblis (Lucifer) di dunia.

Setidaknya yang saya cermati, ada beberapa fakta menarik yang di ungkap di dalam buku ini…
Kisah jatuhnya ke-Khalifahan Turki Utsmaniyah |  Di balik kekhawatiran Benjamin Franklin (Tokoh Kemerdekaan AS) terhadap keberadaan Yahudi di Amerika Serikat | Siapa sesungguhnya Mustafa Kemal Attaturk | Rahasia di balik drama kekejaman Adolf Hitler terhadap Kaum Yahudi Jerman | Rahasia dibalik Revolusi Inggris dan Prancis | Rahasia dibalik meletusnya Perang Dunia I dan II | Serta masih banyak lainnya………

Buku ini sebenarnya buku lama (cetakan pertama 1991). Buku ini sudah saya dengar sejak 2007, dan baru saya beli di pertengahan tahun 2010 (susah ditemukannya). Meskipun sebelumnya sudah banyak beredar tulisan-tulisan (e-book) bahkan video-video terkait, seperti karya Harun Yahya.

Saya sangat yakin, diantara kita masih banyak yg belum memiliki buku ini, entah karena memang belum sempat terbeli ataupun karena belum tertarik membeli. Namun, terlepas dari itu semua.. rasanya buku-buku seperti ini sangat layak untuk kita miliki, karena banyak fakta, yg bisa jadi tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Akhirnya izinkan saya mengutip perkataan William G Carr yg dituliskannya dalam buku tersebut : “…ini merupakan sebuah peringatan mahapenting! Kita harus mengetahui dan membuka mata lebar-lebar, bahwa ada bahaya yg selalu mengintai dan berupaya memporak-porandakan peradaban dunia..!!”

**serial e-book buku YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA ini juga sempat saya unggah di Slide Share. Bagi yang ingin men-comot, silahkan..^^ bisa di download disini :
http://www.slideshare.net/JhuSiput/yahudi-menggenggamduniawilliamgcarr

Rabu, 14 Maret 2012

Resume Dari Gerakan Ke Negara





DARI GERAKAN KE NEGARA

                                                                                                     Oleh. H.M. Anis Matta

Sebuah Rekonstruksi Negara Madinah yang Dibangun dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan
Dari Gerakan Kenegara
Hijrah  dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW adalah  sebuah metamorfosis dari “gerakan” menjadi Negara. Tiga belas tahun sebelumnya, Rasulullah SAW melakukan penetrasi social yang snagat sistematis, dimana Islam menjadi jalanhidup individu; dimana Islam “memanusiakan” dan kemudian “memasyarakat”. Sekarang melalui hijrah, masyarakat itu bergerak linear menuju Negara. Melalui hijrah gerakan itu “menegara” dan Madinah adalah wilayahnya.
Kalau individu membutuhkan akidah maka Negara membutuhkan perangkat sistem. Setelah komunitas Muslim menegara dan mereka memilih Madinah sebagai wilayahnya. Allah SWT menurunkan perangkat sistem yang mereka butuhkan. Turunlah ayat-ayat hokum dan berbagai kode etik social,ekonomi,politik,keamanan dan lain-lain. Lengkaplah sudah susunan kandungan sebuah Negara : manusia,tanah dan system
Jadi yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahapan ini adalah menegakkan  negara. Sebagai sebuah bangunan, negara membutuhkan dua bahan dasar yaitu manusia dan system. Manusialah yang akan mengisi suprastruktur sedangkan system adalah perangkat lunak sesuatu dengan apa Negara bekerja.
Selain kedua bahan dasar negara itu,juga perlu ada bahan dasar pendukung lainnya. Pertama, tanah. Tidak ada negara tanpa tanah, Tapi dalam Islam hal tersebut merupakan infrastruktur pendukung yang bersifat sekunder sebab tanah merupakan benda netral yang akan mempunyai makna ketika benda tersebut dihuni oleh manusia dengan cara hidup tertentu. Kedua,jaringan sosial. Manusia sebagai individu hanya mempunyai efektivitas ketika ia terhubung dengan individu lainnya secara fungsional dalam suatu arah yang sama.

Begitulah transformasi itu terjadi. Ketika gerakan dakwah menemui kematangannya, ia menjelma jadi Negara; ketika semua persyaratan dari sebuah negara kuat telah terpenuhi, Negara itu tegak di atas bumi tidak peduli  di belahan bumi mana ia tegak.
Perubahan Sosial
Tujuan dakwah adalah mengejawantahkan kehendak-kehendak Allah SWT yang kemudian kita sebut agama atau syari’ah dalam kehidupan manusia. Begitulah Rasulullah SAW memulai pekerjaannya. Beliau memulai penetrasi ke dalam masyarakat Quraisy dan merekrut orang-orang terbaik diantara mereka. Menjelang hijrah ke Madinah beliau juga merekrut orang-orang terbaik dari penduduk Yastrib. Maka terbentuklah sebuah komunitas baru di mana Islam menjadi basis identitas mereka, akidah menjadi dasar ikatan kebersamaan mereka, ukhuwah menjadi sistem jaringan mereka dan keadilan menjadi prinsip sistem distribusi social-ekonomi-politik mereka. Tapi perubahan itu bermula dari sana: dari dalam diri individu, dari dalam pikiran,jiwa dan raganya. 



Manusia Untuk Sebuah Cita-Cita
Allah SWT menjalankan rencanaNya dengan cara yang amat halus. Setelah menapaki tangga kehidupan yang penuh liku-liku. Allah SWT menanamkan di dalam jiwanya sebuah perasaan baru, sebuah hasrat baru, sebuah kecenderungan baru, sebuah kegemaran baru; Allah SWT membuatnya mencintai khalwat, kegemaran menyendiri dan menikmatinya dalam meditasi-meditasi yang tekun dalam renungan-renungan  panjang yang serius, dalam pemikiran-pemikiran mendalam yang mencerahkan. Hidup telah menempa laki-laki itu begitu rupa. Ia ditakdirkan lahir sebagai yatim dan mengisi masa balitanya sebagai piatu. Sebuah pelajaran dini tentang makna kesendiraian, makna kesunyian, makna kebergatungan kepada Allah SWT…Bersama kakeknya Abdul Muthalib, pada usia enam hingga delapan tahun, ia belajar mengenai dunia politik dan kepemimpinan masyarakat Quraisy. Ketika sang kakek meninggal dunia,ia hidup bersama pamannya Abu Thalib yang miskin dan papa, awal dimana ia mengenal dunia yang keras. Pada usia itu, ia sudah menggembala kambing,ikut dalam kafilah perdagangan kenegeri syam untuk kemudian memasuki usia remaja dalam perang Fijar selama empat tahun. Setelah berusia diatas dua puluh tahun, ia mendapat kepercayaan menjalankan bisnis Khadijah ke negeri syam, saat dimana ia menunjukkan prestasi bisnis dan manajerial serta pesona karakter dari seorang pemuda matang.
Menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun,Muhammad mulai menapaki tangga kehidupan social dan mengokohkan pribadinya sebagai tokoh baru Quraisy yang dicintai dan disegani hingga ia mencapai puncak prestasinya saat mendapat gelar “Al-Amin” pada usia 35 tahun.
Tapi pada saat ia menapaki puncak “dunia”, ia justru merasakan keterpisahan; bukan kehidupan seperti yang ia inginkan. Ada sesuatu yang yang ia tidak temukan di sini,ditengah keramaian masyarakat Quraisy, yang ia sendiri tidak tahu; tapi kemudian menjelma jadi kehausan yang membawanya pada sebuah pencarian yang panjang.
Alangkah halusnya Allah SWT menjalankan rencanaNya; masa-masa meditasi dan perenungan adalah sentuhan Rabbaniyah yang terakhir, setelah ia melewati serial pengalaman hidup yang panjang dan berliku, sentuhan akhir yang mematangkan jiwa dan pikirannya, sebelum saat penugasan itu tiba, Muhammad hanya membutuhkan waktu sebanyak dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh dua hari untuk mengubah arah sejarah umat manusia, mewarnai bumi dengan biru langit, membangun sebuah peradaban besar dan menebarkan rahmat ke seluruh alam.
Sejarah kemudian mengajarkan kita sebuah kaidah bahwa risalah yang agung haruslah dibawa oleh seorang rasul yang agung; bahwasebuah misi besar haruslah diemban oleh seorang manusia yang besar; bahwa sebuah beban amanat yang berat haruslah dipikul oleh seorang laki-laki yang kuat; bahwa sebuah pedang yang tajam hanyalah akan berguna jika ia berada dalam genggaman tangan seorang pahlawan pemberani; bahwa sebuah peradaban hanya dapat dibangun diatas altar sejarah oleh manusia-manusia peradaban.  

Konsep dan Pelaku
Sebuah cita-cita yang luhur membutuhkan manusia-manusia yang sama luhurnya dengan cita-cita itu; sebuah cita-cita yang besar, membutuhkan manusia-manusia yang sama luhurnya dengan cita-cita itu; sebuah sistem yang baik hanya akan memperlihatkan keindahannya jika diterapkan oleh manusia-manusia yang sama baiknya dengan system itu. Maka, ketika Islam diturunkan sebagai system kehidupan yang paling komprehensif dan integral, ia telah melahirkan sebuah fenomena kehidupan yang indah karena dua hal: kebenaran risalahnya dan kekuatan pesona rasulnya. Begitulah Islam mengalir dalam sejarah keabadian. Obor kebenaran itu dibawa oleh akal-akal raksasa para ulama, kepemimpinan yang andal para khulafa dan tangan-tangan perkasa para mujahidin.
Ketika ideology-ideologi besar berguguran di penghujung abad ke-20, Islam menjadi satu-satunya pilihan bagi umat manusia. Sayyid Quthub meramalkan situasi ini, dan berkata dengan penuh keyakinan bahwa “ Islam adalah masa depan “ atau  “ Masa depan di tangan Islam “ ramalan itu kini menemukan faktanya. Itulah yang menjadi sumber “kecemasan peradaban” masyarakat Barat. Mislanya, ketika Samuel P. Hungtington merekonstruksi peta pertarungan masa depan. Konflik masa depan akan berpusat pada tema peradaban, lingkaran terkecilnya bertema etnis, tapi muara besarnya adalah peradaban. Pada muara besar ini, islam menjadi kompetitor utama peradaban Barat. Oleh karena itu, Hungtington pun meramalkan bahwa konflik besar di masa yang akan dating adalah konflik antara Islam dan Barat.
Cermin Realitas
Kebanyakan orang belajar secar visual, tapi kita berkomunikasi secara abstrak. Ini hanya contoh kecil, sangat sederhana  tapi memadai untuk menjelaskan mengapa gerakan dakwah belum mampu menembus logika massa, apalagi melakukan penetrasi pada jaringan-jaringan pemikiran, social dan politik untuk kemudian mengubah , memobilisasi dan mengendalikan mereka.
Di tingkat opini publik, Islam dan gerakan dakwah belum dengan mudah ‘di isolasi’ tanpa pembelaan spontanitas dari masyarakat. Masyarakat juga belum begitu percaya dengan kemampuan gerakan dakwah beserta para pemimpinnya untuk mengelola Negara. Padahal itu semua merupakan kondisi-kondisi pendahuluan yang mutlak ada dalam perjalanan kita menuju kekuasaan.
Rendahnya tingkat penerimaan public dan kapasitas serta citra kita, sebenarnya merupakan realitas-realitas yang berakar pada cara kita berpikir. Pikiran adalah cerminan besar yang memantulkan seluruh potret realitas kita secara apa adanya. Pikiran adalah ruang kemungkinan (space of possibility) dan realitas adalah ruang tindakan yang telah jadi nyata (space of action). Seluruh realitas kita hanya bergerak pada ruang kemungkinan itu. Makin besar ruang kemungkinan, makin besar ruang realitasnya. Bagaimana kita berpikir, begitulah kita akan bertindak.
Jika sistem kendali tindakan dan realitas kita ada pada pikiran-pikiran kita, hanya ada satu jalan memperbaiki kita yaitu mengubah pikiran-pikiran kita  Sudah saatnya gerakan dakwah memikirkan kembali apa yang selama ini kita pikirkan, dan mengapa kita memikirkannya, serta mengapa kita memikirkan dengan cara begitu.
Generasi pertama  para pemikir dakwah seperti Al-Banna, al Maududi, Sayyid Quthb dan lainnya memfokuskan perhatian pada pembangunan ideology. Generasi kedua seperti Muhammad Al Gazali, Yusuf Al-Qaradhawi, Fathi Yakan, dan lainnya memfokuskan perhatiannya pada pembangunan kerangka pemikiran pergerakan.

Ketikagerakan dakwah memasuki era keterbukaan, bermetamorfosis menjadi institusi terbuka, bermain di domain public, memasuki pusat-pusat kekuasaan, persoalan terbesar kita adalah sumber daya. Inilah persoalan yang dihadapi gerakan-gerakan dakwah di berbagai Negara Islam seperti Sudan, Yaman, Aljazair, Turki, Mesir, Indonesia dan lainnya. Di semua kawasan ini, gerakan dakwah mengalami akibat persoalan tersebut secara fundamental; beban kerja yang muncul akibat perluasan wilayah aksi dakwah, tidak seimbang dengan sumber daya yang dimiliki gerakan-gerakan dakwah tersebut

Selama pusat perhatian pikiran kita belum bergeser ke masalah penciptaan sumber daya, selama itu kita akan mengalami kemunduran dan keterpurukan. Ini hanya konsekuensi antara ketidakseimbangan ; antara beban dan daya pikul. Kita akan tampak tua dan lelah, berjalan tertatih-tatih memikul beban obesesi khilafah yang terasa semakin jauh. Para pendiri dan ideologi gerakan dakwah  telah meletakkan dasar-dasar ideologi yang kokoh bagi kebangkitan umat. Mereka merampungkan tugas mereka dengan sempurna. Para pemikir pergerakan berikutnya juga telah membangun kerangka pemikiran pergerakan bagi pertumbuhan gerakan dakwah menuju kematangan . Mereka juga telah menunaikan tugas mereka dengan sempurna. Kini, tiba saatnya bagi generasi ketiga, genarasi kita untuk membawa bendera, menunaikan tugas sejarah mereka; generasi pencipta sumber daya. Biarlah di tangan mereka kebenaran menjadi nyata di muka bumi karena menyatu dengan kekuatan.