Original Source : Kumpulan Widger Blogger INDONESIA http://hujangede.blogspot.com/2011/05/kumpulan-widget-blogger-indonesia.html#ixzz249KbhN5k

Pengetahuan

Sabtu, 10 Januari 2015

Uwais Al-Qarni (Terkenal di Langit, Tak Terkenal di Bumi)



Nama lengkapnya Uwais bin 'Amir bin Juz' bin Malik bin Amru bin Mus'adah bin Amru bin Sa'ad bin Ashwan bin Qorn bin Rodman bin Najiyah bin Murod Al Murodi. Namun ia lebih dikenal dengan sebutan Uwais Al Qarni. Pemuda asal Yaman ini memiliki kepribadian yg sangat zuhud. Ia adalah seorang yatim, tidak memiliki sanak keluarga kecuali hanya ibunya yg telah tua renta dan lumpuh, hanyalah penglihatan kabur yg masih tersisa oleh ibunya. Untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya, ia bekerja sebagai penggembala kambing sembari mengasuh ibunya yg renta. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Uwais masuk islam dikarenakan mendengar tentang sabda, kepribadian, serta akhlak Rasulullah dari tetangga-tetangganya. Hal ini menimbulkan hasrat mendalam dalam diri uwais utk dapat bertemu dengan sosok Rasulullah. Ia sangat merindukan bersua dgn Rasulullah Kekasih Allah, namun apa daya ia tak punya bekal yg cukup untuk ke Madinah bertemu Rasulullah. Dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yg jika ia pergi, maka tak ada yg merawatnya. Dikisahkan pula ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau, sekalipun ia belum pernah melihatnya.

Di tiap harinya Uwais selalu di gelisahkan oleh hasratnya tersebut, namun selalu diurungkan karena tdk tega meninggalkan ibunya yg ia sayangi. Hingga ketika rasa rindunya sudah sangat memuncak, ia memutuskan utk mengadukan hasratnya kepada sang ibu, sekaligus memohon izin utk menziarahi Rasulullah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.

Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.

Sesampainya di Madinah, Uwais tak menemukan sosok yg di cintainya di rumah, pada saat itu Rasulullah tengah berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW.. Dia hanya menitipkan salamnya kepada Aisyah RA untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Ialah Uwais Al Qarni, seseorang yg memiliki rasa cinta yg besar kepada Rasulullah SAW dan juga ketaatan kepada ibunya. Ia oleh Rasulullah dikatakan sebagai penghuni langit (terkenal dilangit) karena ketaatan pada ibunya, namun tak terkenal di bumi karena banyak yg mengacuhkannya, menyisihkannya karena kemiskinannya. Rasulullah bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau memandang kepada Sayyidina ‘Ali R.A dan Sayyidina Umar R.A. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.

Uwais Al Qarni, contoh bukti ketaatan seorang anak kepada ibunya. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul-Nya, dan cinta kepada Ibunya.
Wallahu a’lam bisshowwab

Distorsi Sejarah Islam (Syaikh Yusuf Qardhawi)



Rasa-rasanya masih sangat lengket di telinga dan ingatan kita, polemik kehadiran miniseri ANTV “King Sulaiman”. Film ini menuai kontroversi karena cerita yg diusung sangat bertolak belakang dengan fakta hidup “The Magnificent” Sultan Sulaiman yg sangat memiliki kemuliaan akhlak, berjiwa lembut, lagi bijak. Dalam film tersebut, Sultan Sulaiman disosokkan memiliki kepribadian yg kejam, gila wanita, dan berperangai buruk, sehingga menurut beberapa kalangan, film ini tidak layak tonton. Saking kuatnya gelombang protes masyarakat akan film ini, membuat pihak manajemen ANTV berfikir ulang untuk meninjau film ini. Namun sangat disayangkan karena protes masyarakat hanya ditanggapi pihak ANTV dengan mengganti judul film menjadi “Abad Kejayaan” dengan dalih film tersebut hanyalah cerita fiksi.

 Kasus di atas bukan yg pertama, bahwa masih banyak kontroversi yang juga pernah terjadi sebelumnya. Dan lagi-lagi umat islam yg menjadi korban. Sejarah kegemilangan umat islam terdahulu dalam mengibarkan panji tauhid, dilunturkan dan bahkan dirusak oleh para pendengki islam (baca : musuh islam). Alasannya sederhana, selain karena mereka tidak ingin agama ini semakin kokoh dan berkembang, mereka juga ingin agar umat islam tidak punya alasan untuk bangga terhadap agamanya.

Salah satu caranya adalah dengan mengkaburkan bahkan memutarbalikkan fakta sejarah islam (distorsi). Hal ini yg menjadi keresahan para ulama, salah satu diantaranya adalah Syaikh Prof. DR. Yusuf Qardhawi. Ketua Forum Ulama Internasional ini mencoba menjernihkan ke-keruhan yg terjadi, ditengah-tengah begitu giat dan gencarnya kaum orientalis melakukan konspirasi besar untuk men-diskreditkan islam; seakan-akan kaum muslimin adalah umat yg terbelakang, suka perang, gila wanita, dan berbagai tuduhan lainnya.

Sangat miris sekali rasanya, jika para orientalis ini dengan mudahnya memperdaya kaum muslimin dengan buku-buku sejarah yang mereka tulis. Bahkan dengan karya seni lainnya. Dan tidak sedikit diantara mereka yg berhasil mewariskan ilmunya kepada murid-muridnya yg beragama islam yg silau dgn kemajuan peradaban barat. Mereka menulis seakan-akan kegemilangan islam hanya terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin saja. Padahal, kegemilangan jg terjadi di masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Begitu banyak tokoh-tokoh muslim yg menjadi pelopor ilmu pengetahuan saat ini. Bahkan pada dua masa tersebut, wilayah kekuasaan Islam tersebar hingga sepertiga luas bumi.

Inilah pokok pikiran yg coba dibawa oleh Syaikh Yusuf Qardhawi, agar umat islam matanya tidak dipenuhi "belek" tipu daya musuh islam. Umat islam harusnya bangun dari tidur panjangnya, jernihkan sejarah umat islam yg telah dikotori. Setidaknya semangat ini yg bisa saya tangkap ketika membaca buku ini. Karena ternyata tidak sedikit (sangat disayangkan) ada juga dai besar yg ikhlas dan gigih memperjuangkan Islam agar turut terjerumus dalam analisa sejarahnya.. naudzubillahi min dzalik..

Ayo jernihkan sejarah!! Penulisan ulang sejarah islam sudah menjadi sangat urgent!!
Sangat direkomendasikan (bintang 5, jika perlu saya sematkan untuk buku ini)
 

Review Film : Assalamualaikum Beijing



Setelah sempat dibuat penasaran karena begitu derasnya respon masyarakat Indonesia akan kehadiran film Assalamualaikum Beijing, Alhamdulillah saya juga akhirnya berkesempatan menyaksikan film yang diangkat dari novel best seller Asma Nadia ini semalam (Rabu, 07 Januari 2015).

Sebenarnya Assalamualaikum Beijing ini sudah sejak lama hadir melalui novel (entah kapan persisnya) dan banyak pula menarik respon positif masyarakat akan kehadiran novel ini, sebagaimana novel-novel karya Asma Nadia sebelumnya. Namun berhubung saya bukan penikmat buku fiksi (novel), jadi saya lebih memilih film nya saja untuk ditonton. Hehehe ^^

Untuk itu, ijinkan saya sedikit mengomentari film yang baru saja saya tonton ini (versi saya, sekaligus mengobati rasa penasaran org2 yg belum menontonnya..hohoho), meskipun sebenarnya saya juga tidak kebagian nonton film ini di awal, karena saya agak terlambat beberapa menit datang ke bioskopnya..

Okeh… Jadi film ini berkisah tentang cerita cinta antara…. Ah… STOP!!! Mohon maaf ya, saya tidak ingin menyampaikan ilustrasi cerita di film ini. Terlalu ribet choy, lika-liku percintaan gitu. Kalau mau tau sekilas tentang ceritanya, coba sj liat thrillernya di youtube atau baca resensi-resensi film ini, yang sudah di posting oleh kritikus2 film diluar sana (sengaja juga choy… biar tambah penasaran..hehe)

Saya hanya ingin mengambil beberapa hal yg menarik dari film ini. Misalnya dinamika cinta (*maaf) antara Asmara (Revalina), Dewa (Ibnu Jamil), dan Zhangwei (Morgan) di film ini juga secara tidak sengaja menyerupai kisah cinta Ashima dan Ahei (kisah mengenai cerita rakyat setempat, Asal mula Patung Ashima).

Yang juga sangat melekat dari film ini adalah tidak hanya tentang romantika cinta saja, tapi juga menampilkan sisi tradisi dan budaya negri tirai bambu, China. Selain itu, pesan moral dan historis mengenai sejarah peradaban islam di negri Laksamana Cheng Ho ini juga dimunculkan, menarik.
Trus diluar dari itu semua, tentu yang bikin keren film ini adalah pesan-pesan moral yang disampaikan para pemainnya. Hal ini juga membuat saya tidak pernah lepas dari handphone saya, karena setidaknya saya mencatat beberapa pesan-pesan moral yang disampaikan melalui dialog yg sarat makna, namun disampaikan secara ringan, tapi tepat sampai ke sasaran.
Misalnya….
- Ketika Zhangwei (Morgan) meyakinkan Asma (Revalina) tentang keseriusannya ingin menikahinya, ia berkata : “..tapi kisah romantis itu ada, dan tidak perlu memiliki fisik yg sempurna untuk memiliki kisah cinta yang sempurna”
- Atau saat Asma mengatakan kepada Dewa (Ibnu Jamil) : “Jangan sandingkan nama Allah dengan kebohongan!” atau dalam dialog yg lain bersama Dewa, Asma mengatakan : “Cinta itu menjaga, tergesa-gesa nafsu belaka”
- Dan yg paling keren kata-kata Ridwan (Desta) kepada Sekar (Chyntia Bella) saat melihat Asma menerima lamaran Zhangwei, : “…Nah, apa kubilang.. yang penting itu Iman, Romantis bisa nyusul belakangan”

Ah, Sudahlah… meskipun menurutku, jika dilihat film ini memang masih memiliki kekurangan, karena masih agak kurang "preachy". tapi terlepas dari (masih) adanya kekurangan dalam film ini (menurutku), dua jempol laah jika mau dibandingkan dengan film romantis Indonesia kebanyakan. dan intinya film ini bukan hanya tentang cerita cinta, tapi juga tentang semangat (move on), dan juga ada sejarah-tradisi-budaya Islam, serta nilai-nilai moral kehidupan.
Baiklah,, saya pamit “ASSALAMUALAIKUM BEIJING”

Yahudi Menggenggam Dunia



Buku ini di tulis oleh seorang Mantan Dinas (Agen) Rahasia Inggris bernama William G. Carr. Buku ini mengupas dengan gamblang peran dan aktivitas Yahudi di muka bumi ini. Bahwa gerakan mereka mengambil peran vital dalam setiap pergolakan ekonomi, sosial, dan politik dunia, bahkan hingga kini.

Dalam buku ini juga diungkap sejarah ihwal perseturuan antara Nabi Musa AS dengan ummatnya setelah keluar dari Mesir. Bani Israel yg murtad kemudian disebut sebagai anak-anak Lucifer. Bahkan mereka mengganti ajaran Taurat yg dibawa oleh Nabi Musa AS. Sejarah panjang ini kemudian yg menjadi cikal bakal lahirnya gerakan Free Masonry (gerakan bawah tanah Yahudi Internasional) yg merupakan manifestasi keberadaan iblis (Lucifer) di dunia.

Setidaknya yang saya cermati, ada beberapa fakta menarik yang di ungkap di dalam buku ini…
Kisah jatuhnya ke-Khalifahan Turki Utsmaniyah |  Di balik kekhawatiran Benjamin Franklin (Tokoh Kemerdekaan AS) terhadap keberadaan Yahudi di Amerika Serikat | Siapa sesungguhnya Mustafa Kemal Attaturk | Rahasia di balik drama kekejaman Adolf Hitler terhadap Kaum Yahudi Jerman | Rahasia dibalik Revolusi Inggris dan Prancis | Rahasia dibalik meletusnya Perang Dunia I dan II | Serta masih banyak lainnya………

Buku ini sebenarnya buku lama (cetakan pertama 1991). Buku ini sudah saya dengar sejak 2007, dan baru saya beli di pertengahan tahun 2010 (susah ditemukannya). Meskipun sebelumnya sudah banyak beredar tulisan-tulisan (e-book) bahkan video-video terkait, seperti karya Harun Yahya.

Saya sangat yakin, diantara kita masih banyak yg belum memiliki buku ini, entah karena memang belum sempat terbeli ataupun karena belum tertarik membeli. Namun, terlepas dari itu semua.. rasanya buku-buku seperti ini sangat layak untuk kita miliki, karena banyak fakta, yg bisa jadi tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Akhirnya izinkan saya mengutip perkataan William G Carr yg dituliskannya dalam buku tersebut : “…ini merupakan sebuah peringatan mahapenting! Kita harus mengetahui dan membuka mata lebar-lebar, bahwa ada bahaya yg selalu mengintai dan berupaya memporak-porandakan peradaban dunia..!!”

**serial e-book buku YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA ini juga sempat saya unggah di Slide Share. Bagi yang ingin men-comot, silahkan..^^ bisa di download disini :
http://www.slideshare.net/JhuSiput/yahudi-menggenggamduniawilliamgcarr

Minggu, 16 November 2014

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng




Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir..
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir..
Leher saudaranya mau dipelintir!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan..
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..

Oh noo…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya…

Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…

Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya.. maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…

Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama…?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin Allahumma aamiin.